Pada 6 Oktober 1927, The Jazz Singer tampil pertama di New York’s Warner Theatre, menjadi gambar “bicara” panjang pertama. Tapi saat malam sebelumnya pada tanggal 5 Oktober sebuah preview film itu diselenggarakan di Menara di Los Angeles, sebuah teater yang baru dibuat di Broadway yang barusan dibuka pada bulan Juli. Menara itu ialah teater film pertama di Los Angeles yang diperlengkapi kabel untuk suara, serta preview dari The Jazz Singer yang diselenggarakan suatu malam sebelum pemutaran pertama yang resmi di New York yang menjadikan Menara teater film pertama di dunia yang sudah diperlihatkan ke publik.

Pada tahun yang sama, United Artists, studio film yang dibangun oleh empat raksasa industri film yaitu Charlie Chaplin, D.W. Griffith, Douglas Fairbanks serta Mary Pickford yang membuat teater baru di Broadway yang disebutkan United Artists Theatre, yang bertujuan untuk mempertunjukkan film-film yang dibikin oleh perusahaan mereka. Pada saat ini, Broadway sudah menjadi rumah buat istana film serta vaudeville, masing-masingnya dengan keindahan arsitekturnya yang tidak sama. Dan Broadway mempunyai satu istana film yang istimewa di masa depan, dan dalam banyak hal tersebut ialah pencapaian pucuk distrik itu.

Teater Los Angeles

Pada bulan Januari 1931, Teater Los Angeles membuka pintunya setelah beberapa bulan pembangunan, meskipun sudah dalam proses pembatalan karena ketinggalan jadwal serta melewati anggaran. Pembukaan teater sudah diperkirakan bersamaan dengan pemutaran pertama dunia film paling baru Charlie Chaplin, City Lights, dan untuk memastikan jika teater akan dibuka pada waktunya, Chaplin pada akhirnya menginvestasikan beberapa uangnya sendiri ke proyek.

Pembukaan Teater Los Angeles selama-lamanya dihubungkan dengan pemutaran pertama dari apa yang beberapa orang pandang seperti karya paling hebat Chaplin. Tetapi terlepas dari itu yang memberikan keuntungan ini, Teater Los Angeles dapat dikatakan terlalu mahal untuk dipertahankan. Hanya dalam waktu tiga bulan sesudah pembukaan teater, pemiliknya yang merupakan peserta pameran H. L. Gumbiner dengan terpaksa mengajukan kemunduran. Di akhir tahun yang sama, teater ditutup, sampai selanjutnya dibuka kembali menjadi bioskop ke dua yang diurus oleh William Fox, yang sudah mendapatkan gedung di pengadilan.

Baca Juga : Distrik Broadway

Satu teater Broadway terakhir yaitu Roxie dibuat pada tahun 1932, membuat Distrik Teater Broadway memperoleh perbedaan sebab mempunyai istana film dengan konsentrasi paling tinggi di dunia. Tapi saat Los Angelenos mulai menemukan alternatif lain untuk hiburan mereka di seluruh kota, dan bersamaan ramainya mobil membuat orang lebih mudah melakukan perjalanan ke beberapa tempat lain, maka saat itu Distrik Teater Broadway masuk masa-masa penurunan. Istana tidak menarik penonton lagi, dan selama beberapa tahun berikutnya, mereka ditutup serta dipasarkan atau dirubah menjadi bioskop kelas dua serta ruangan ritel.

Masuknya Teater Broadway Ke Daftar Nasional

Hampir setengah abad kemudian, pada 9 Mei 1979, Daftar tempat bersejarah nasional pemerintah federal menempatkan Teater Broadway serta Distrik Komersial Los Angeles ke dalam daftar yang membuat distrik teater bersejarah pertama dan yang paling besar di negara ini yang tampil di daftar nasional. Tetapi, saat itu, istana-istana film yang dulunya istimewa ini sekarang telah rusak atau tidak lagi beroperasi. Beberapa sudah dirubah tanpa diperbaiki menjadi ruangan ritel.

Pada tahun 1982, Teater Los Angeles yang terhormat mengalami pembongkaran, saat pemimpin Ezat Delijani putuskan untuk membeli bangunan itu bermaksud melestarikannya sebab keindahan serta nilai historisnya. Delijani serta keluarganya selanjutnya membeli tiga teater di Broadway Teater Palace, Teater Menara, serta Teater Negara serta membuat Group Teater Broadway, dengan tujuan memulihkan teater-teater ini untuk menghidupkan kembali Downtown Los Angeles menjadi pusat kehidupan kota yang bertumbuh.